PasangIklanoketrik PasangIklanoketrik PasangIklanoketrik PasangIklanoketrik PasangIklanoketrik PasangIklanoketrik

Senja Di Penghantar Hujan

                                                 
Dedaunan yang berkilat karena basah
Hawa sejuk meracun atmosfir malam ini
Jalan yang sebagian masih tergenang air
Langit yang tak lagi menampakkan terang
Lampu jalan mulai menyala kekuningan

Senja datang diantar hujan yang terhenti
Memaksa hadirnya satu gambaran lalu
Dan kini keduanya segera menyingkir
Memberi ruang untuk malam berkuasa




Bulan selalu datang tersenyum disetiap selepas senja...
Sinarnya bagai kabar yang selalu dirindukan malam...
Terpancar keemasan hingga ke penjuru langit...

Tapi dirimu tak lagi hadir walau hanya menyapa...
Dikala siang atau malam kau tak pernah lagi ada...
Kehadiranmu masih terdamba oleh rindu yang tak lekang...

Bulan diatas sana mulai bersinar,
Sedangkan dirimu tak pernah lagi ada...

Menoreh Janji Dibukit Kemuning

                                                  
Seroja tak bisa aKU sejajarkan dengan harumnya melati Sayang
seperti cintamu tak mungkin aku bandingankan dengan cinta sahabatku

semalam kutoreh sebuah janji diatas nisan hati
berkanvas kidung Illahi semua aku lakukan karena hati tlaH berpeluk kasihsayangmu

bila airmata menemani perjalanan ini
sadarilah aku lelah atas onak dan duri yang selalu ada dalam cinta kita
selalu dan selalu kau membilang >ajarilah hatimu kuat Nda sebab bila kita bersama mungkin ujian maha dasyat akan kita taklukan bersama.......>
hapuslah airmatamu usahlah kau berkeluh kesah pada adaku
ingatlah RABBmu dialah tempat perjagaan terbaik hati kita NDA
<luruh menunuduk dalam simpuh kasihmu kala lafadz itu kau warkahkan Sayang>
JANJI HIJI SALAWASNA
DIBUMI PASUNDAN ASRI
CINTA KITA TAK KAN TERBAGI

Rindu Untuk Yang Ku Puja


 Selalu ada rindu dipengujung senja
rindu untuk yang ku puja
masih kau ingat namaku
dan selalu kau sebut
menandakan kau masih merindukan dan mendambakan sosokku

kalau sudah pergi baru terasa maka jagalah ia selagi ada dan bersama

Serpihan Yang Tercerai

                                                         
Aku datang bersama mendung yang menggayut
Aku ada disini ingin merajut kata tentangnya
Tapi bagai tersekat, hanya rindu yang menyesak

Jika ada siksa yang aku tak jenuh mengalaminya
Maka itu hanyalah rindu dan menanti hadir dirinya


Mengapa harus kau tanyakan lagi
Bagai bulan yang selalu bersinar di setiap malam
Dan matahari yang menyapa pagi yang cerah
Semuanya telah jelas untukmu dan juga bagiku

Tapi jika kau memintanya,
Aku akan terpaksa kuat melangkah pergi
Dan mencari lagi serpihan yang tercerai

Pandanglah Aku

                                                         
Aku telah berkawan malam sejak lama
Tapi dulu tiada serenade yg mengalun
Hanya kosong dan hampa membahana
Aku telah lelah bersinar sendiri
Hingga kamu datang membawa simfoni cinta

Tataplah aku dikala sepi merasuk
Pandanglah aku dikala rindu memeluk
Aku akan terus bercahaya,
Dan menemanimu bersenandung

Sepi Yang Pekat

                                                             
Kian tersesat dalam sepi yang pekat
Sunyi ini semakin saja mengikat kuat
Aku tak lagi bisa membaur dalam tenangnya
Seperti malam yang telah kulalui biasanya

Seperti ada bagian yang hilang
Atau mungkin aku yang terbuang
Bagai terkurung dalam ruang kosong
Sendiri ditemani jiwa yang lowong

Jiwa bak meronta inginkan yang pergi kembali
Tapi lengan bagai lumpuh tak bisa merengkuh lagi
Aku tak ingin mematung pasrah
Tapi hati menyerpih semakin tercacah

Aku Hanya Segenggam Pasir

                                                         
Aku bukanlah seseorang yang tahu akan segalanya
Aku hanya segenggam pasir yang terserak di pantai
Yang disapu deburan ombak diantara hamparan pesisir
Yang aku tahu hanya air laut yang selalu menyapaku
Yang tak pernah membiarkan aku kering hingga membara
Dan air laut akan kembali membasahiku ketika ia pasang

Aku tak tahu tentang dunia tanah diseberang sana
Aku tak pernah sampai pada apa yang tak kuketahui
Aku hanya segenggam pasir yang menghampar di pesisir
Hanya berteman deburan ombak dan terik matahari

Jika ingin aku tahu akan sesuatu,
Maka ambillah aku dengan genggamanmu
Dan bawa aku kemanapun engkau pergi

Peluklah Malam

                                                
Aku hanya ingin berlindung kepada malam
Sembunyi dari bayang yang tersisa pada temaram
Aku akan selalu tenggelam kedalam pelukan malam
Hingga aku terbuai di sunyinya yang membenam


Izinkan malam hilang di kabut kelam
Saat obrolan rembulan turun dan tak berkawan
Peluklah malam
Erat
Peluklah malam
Kencang
Ia tak akan kembali kedua kali
Bahkan saat sunyi terbenam

Segenggam Pasir

                                               
Aku bukanlah seseorang yang tahu akan segalanya
Aku hanya segenggam pasir yang terserak di pantai
Yang disapu deburan ombak diantara hamparan pesisir
Yang aku tahu hanya air laut yang selalu menyapaku
Yang tak pernah membiarkan aku kering hingga membara
Dan air laut akan kembali membasahiku ketika ia pasang

Aku tak tahu tentang dunia tanah diseberang sana
Aku tak pernah sampai pada apa yang tak kuketahui
Aku hanya segenggam pasir yang menghampar di pesisir
Hanya berteman deburan ombak dan terik matahari

Jika ingin aku tahu akan sesuatu,
Maka ambillah aku dengan genggamanmu
Dan bawa aku kemanapun engkau pergi

Tatap Senja Manja


Senja mulai tertutup kelabu
Membentang di seluk romansa pelangi
Merindukanmu yang berjalan
Di tepi mimpi
Tak berakhir

Tetaplah tersenyum
Dan tatap senja manja
Ia akan membalas dan menyampaikannya
Pada alunan malam hari
Yang kau rindukan

Ujung Senja

                                                       
Disaat senja hadir membawa temaram
Ia acap membawa senandung kerinduan
Yang selalu terdengar hingga ke sudut jiwa
Memaksa memutar kenangan terlewat

Tapi lihatlah,
Aku tetap tersenyum menatap ujung senja
Dan memaksa tengadahkan wajah
Hingga alunan rindu itu tak terdengar lagi

Memori Yang Kusam

                                                      
Aku akan memandang segalanya bagai petang dan malam
Selalu ada datang dan pergi, saling berganti menjaga hari
Juga bak matahari dan bulan yang memiliki waktunya sendiri
Selalu ada yang pergi, tapi juga selalu ada yang kembali

Dan ketika masa indah itu telah lewat
Maka aku tak lagi mau menyesalinya
Ia telah menjadi memori yang kusam
Yang akan kuhapus dengan sebuah kisah

Sayang

                                                 
Sayang
kau bukan dimayaku lagi tapi nyata tlah kita sambangi
Sayang
nanti akan kutitipkan benih benih cintaku pada rahimmu
agar kau jaga dan akan lahir anak anak penuh cinta
Sayang
kau wanita kedua setelah ibu
kau wanita dari anak anakku kelak
dan kau akan dipanggil Bunda
Sayang
terimakasih atas segala yang kau beri tentang adaku dihatimu
Sayang
kau akan jadi ibu dari benihku
dan akulah Ayah dari benih itu

kecup dan peluk dalam doaku
semoga Allah senantiasa melindungi kita saat lelap dan terjaga
Aamiin
yang menyayangimu
AR

Bersama senja

                                                              
Bersama senja ini akan kusambung kembali kata-kataku yang hilang
Seperti dahulu ketika malam acap kusambut dengan untaiannya bersambung
Tak terputus hingga jiwa tak lagi resah, hingga malam tampak tersenyum
Dan aku dapat tenggelam didalamnya walau bayang dirinya tetap menyeringai
Keyword Puisi Saya sering mencari kata puisi, namun seringkali google.com sudah menyediakan frasa tambahan, misalnya: puisi cinta, puisi cinta bahasa inggris, puisi cinta lucu, puisi cinta romantis, puisi kangen, puisi kehidupan, puisi kematian, puisi kenangan, puisi kesepian, puisi lucu, puisi penantian, puisi perjalanan cinta, puisi perjalanan hidup, puisi perjuangan, puisi persahabatan, puisi rindu, puisi romantis, puisi ulang tahun, sajak cinta, sajak kekasih, sajak ulang tahun, syair cinta, syair kehidupan. Selain itu sering kali muncul nama Kahlil Gibran, seorang penyair dunia yang terkenal, saat memasukkan kata-kunci: puisi. Sedangkan nama para penyair Indonesia yang sering kali langsung muncul di mesin pencari google.com adalah: Chairil, Anwar, Nanang Suryadi, Saut Situmorang, Gola Gong, Sapardi Djoko Damono, Sutardji Calzoum Bachri, Amir Hamzah, Afrizal Malna, Joko Pinurbo, Toto Sudarto Bachtiar, Dorothea Rosa Herliani, Goenawan Mohamad, Sitok Srengenge, Sitor Situmorang, Widji Thukul, Hasan Aspahani, Nirwan Dewanto, Binhad Nurrohmat, dll. Coba masukkan kata puisi lalu tulis huruf pada nama depan penyair Indonesia di google.com, biasanya google akan langsung melengkapi nama tersebut. Hal tersebut menandakan puisi penyair tersebut sering dicari di intenet menggunakan google.com.
PasangIklanoketrik PasangIklanoketrik PasangIklanoketrik PasangIklanoketrik PasangIklanoketrik PasangIklanoketrik